Alex Kurniawan: Kemerdekaan Indonesia Tak Lepas dari Perjuangan Para Santri

0

SUARAKEDIRI- Direktur Suarakediri.com, Alex Kurniawan menegaskan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia tak lepas dari perjuangan para santri se-Nusantara. Karenanya ia menyambut baik peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober sekaligus mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang menetapkannya.

“Sejarah telah mencatat dengan tinta emas perjuangan para santri yang dengan semangat jihad memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan Nusantara,” ujar Alex Kurniawan kepada wartawan di ruang kerjanya, Kediri, Senin (22/10).

Alex mengisahkan, Hari Santri Nasional dilatarbelakangi deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari di Surabaya pada 22 Oktober 1945.

Saat itu KH Hasyim Asy’ari memerintahkan para santrinya melawan upaya Belanda kembali menjajah tanah air yang telah dimerdekakan pada 17 Agustus 1945.

KH Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa perjuangan membela kemerdekaan Indonesia adalah jihad dan kewajiban seluruh umat Islam.

Seruan jihad itulah yang kemudian mengawali pertempuran besar-besaran yang menyebabkan tewasnya Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern (A.W.S.) Mallaby di Surabaya, 30 Oktober 1945. Kematian Mallaby memicu keluarnya ultimatum Inggris dan meledaknya Pertempuran 10 November di Surabaya.

“Tanpa semangat jihad, yang memang sudah menjadi bagian dari Umat Islam, mustahil Mallaby tewas dan mustahil pula terjadi perlawanan luar biasa dari rakyat terhadap upaya Belanda, dibantu Inggris, kembali menjajah Indonesia,” ujar Alex

Alex mengatakan, perlu dicatat Hari Santri Nasional mengingatkan penjajahan, yang pasti melahirkan penindasan, adalah musuh umat Islam. Daripada mengalami penindasan maka umat Islam memilih untuk berkorban apa pun, bahkan nyawa.

“Perjuangan melawan penindasan telah dilakukan umat Islam semenjak bangsa penjajah menginjakkan kakinya di Nusantara. Jauh sebelum deklarasi jihad yang diserukan KH Hasyim Asy’ari, umat Islam bersama elemen Bangsa lainnya telah berjihad melawan kaum penjajah. Kita kenal Sultan Iskandar Muda di Aceh, Sultan Babullah di Ternate, atau Sultan Agung yang kesemuanya melawan penjajah, Portugis atau Belanda, di abad ke-16 dan 17. Ratusan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan tidak hanya melibatkan kaum santri, kaum perempuan pun terlibat dalam jihad tersebut,” ujar Alex mengingatkan.

Umat Islam, kata Alex, adalah umat yang menolak penindasan atas nama apa pun. Bagi umat Islam lebih baik mengorbankan harta, raga bahkan jiwa daripada menerima penindasan.

“Umat Islam mencintai perdamaian tetapi jauh lebih mencintai kemerdekaan. Semangat jihad mesti dibaca sebagai tekad umat Islam menolak penindasan terhadap kemanusiaan atas dasar apa pun. Sebab kemerdekaan jelas merupakan hak segala bangsa,” Alex Kurniawan memungkasi pernyataannya.(An/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here