Diduga Benda Cagar Budaya Ditemukan Berserakan di Pekarangan Warga

0

SUARAKEDIRI –  Warga Desa Tunglur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur digegerkan dengan banyaknya temuan bebatuan diduga peninggalan leluhur pada jaman kerajaan di pekarangan milik warga yang masih berdekatan dengan Petilasan Adipati Minak Sengguruh. Selain itu lokasi temuan juga hanya berjarak sekitar 1 km dari Situs Tunglur, Sabtu (11/08/2018)

Beraneka ragam bentuk pecahan bebatuan tersebut diduga terbuat dari batu andesit dan mirip dengan beberapa artefak di Situs Calonarang Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Temuan berawal dari kecurigaan Tim Damar Panuluh Nusantara (DPN) yang berkunjung ke Petilasan Adipati Minak Sengguruh pada Senin siang (06/08/2018). Begitu koordinasi masyarakat setempat dan juga Pemdes, kemudian Tim bersama warga melakukan penelusuran di pekarangan warga. Akhirnya ditemukanlah batu pecahan berbentuk sebuah pipisan atau alat untuk menumbuk dedaunan yang akan dijadikan obat untuk orang Sakit ( Tabib pada masa kerajaan).

” Temuan bermula dari salah satu dari tim kami, Damar Panuluh Nusantara berkunjung di petilasan Adipati Minak Sengguruh Desa Tunglur,  yang kemudian bertemu dengan bapak Rokhani dan Bapak Sudarsono yang merupakan  pengurus abdi dalem sentanan Adipati Minak Sengguruh. Setelah berbicara panjang lebar terkait sebuah Pathok yang menjadi bukti sejarah petilasan milik seorang Sengguruh di Desa Tunglur,  kemudian tim Damar Panuluh Nusantara penasaran dengan petilasan tersebut, tidak mungkin Seorang Sengguruh yang diceritakan pernah singgah di Desa Tunglur ini hanya meninggalkan sebuah Pathok Kayu untuk pengikat tali Kuda saja pada saat itu. Setelah mencoba melakukan penelusuran didekat area petilasan,  tak disangka  di pekarangan warga dekat dengan petilasan Minak Sengguruh ditemukan beberapa serpihan dan potongan batu yang diduga adalah peninggalan Jaman Kerajaan,” ujar Rianto selaku penanggung jawab Tim DPN.

?

Masih menurut Rianto, beberapa serpihan dan potongan batu yang diduga peninggalan jaman kerajaan tersebut diantaranya berupa batu umpak persegi panjang, batu lumpang, lingga kecil atau pipisan dan beberapa batu andesit lainnya yang kini masih berjumlah 26 buah saat itu pengurus Abdi Dalem Minak Sengguruh bersama Ketua RT, Kepala Dusun serta warga yang tinggal dilingkungan petilasan sangat antusias ,semangat dan berusaha turut serta membantu pencarian batu cagar budaya di lokasi pekarangan dekat petilasan Adipati Minak Sengguruh, karena menurutnya diduga masih banyak yang belum terungkap. Bahkan warga yang merasa memiliki bebatuan sama dengan jenis dan bentuk batu cagar budaya yang ditemukan langsung dijadikan satu dikumpulkan di area petilasan Adipati Minak Sengguruh.

Serpihan dan potongan batu yang diduga cagar budaya dengan beragam bentuk tersebut juga ditemukan disebuah pekarangan warga yang tinggal dekat dilingkungan petilasan Minak Sengguruh, sebagian juga ditemukan di sebuah kandang peternakan sapi dan juga ada di sungai, dan saat ini temuan temuan tersebut oleh abdi dalem minak Sengguruh diamankan di Petilasan Minak Sengguruh agar nantinya diteliti oleh Dinas terkait.

Terpisah, Tim DPN setelah berkoordinasi dengan pihak BPCB Jatim Trowulan diarahkan agar Pemerintah Desa setempat segera membuat surat pemberitahuan ke BPCB Jatim. ” Pihak Desa suruh segera suruh buat surat pemberitahuan ke BPCB saja,” ujar Jamiat dari BPCB Jatim.

Sementara Warga berharap agar temuan beberapa Benda bersejarah tersebut nantinya bisa dijadikan Aset Desa dan Juga kedepan bisa dijadikan tempat Wisata, sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.” Biar bisa jadi tempat Wisata Mas,” ujar Salah satu pengurus Abdi Dalem Adipati Minak Sengguruh. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here