Ahmad Dwi Afani: Rawatlah Lautan agar Kita Sejahtera

0

SUARAKEDIRI- Ketua banser PAC Pare, Ahmad Dwi Afani mengucapkan selamat Hari Laut Sedunia (World Oceans Day) yang jatuh setiap tanggal 8 Juni. Tanggal ini pertama diajukan pada tahun 1992 oleh Kanada di Earth Summit di Rio de Janeiro, Brasil. Hari peringatan ini lalu disahkan oleh PBB pada akhir tahun 2008.

“Hari Laut Sedunia dirayakan seluruh negara anggota PBB, termasuk Indonesia, setiap tahunnya, seperti hari ini,” kata Fani saat di ruang kerjanya, Pare, Jumat (8/6).

Terkait hal ini, Fani mengingatkan, agar bangsa Indonesia bisa ikut menghargai dan merawat laut. Jika kita bisa merawat lautan dengan baik maka kekayaan yang disediakan oleh samudra tidak akan ada habisnya untuk dimanfaatkan bagi kebaikan kita dan generasi penerus kita kelak. Mulai ganggang hingga hewan-hewan di lautan menjanjikan kesejahteraan yang nyata bagi umat manusia di seluruh dunia.

“Kekayaan yang tersimpan di lautan bisa memberikan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh umat manusia di dunia asal kita bisa merawat lautan dengan sebaik-baiknya,” Fani menegaskan.

Hanya saja kerakusan sebagian manusia menyebabkan lautan kini tak lagi memberikan hasil maksimal buat masyarakat dunia.

“Manusia sendiri yang membuat kerusakan di lautan. Berapa banyak terumbu karang yang punah karena eksploitasi berlebihan yang dilakukan manusia? Berapa banyak kehidupan di lautan musnah karena limbah yang dialirkan ke lautan atau karena perusakan lingkungan? Itu belum ditambah kerakusan segelintir orang yang menggunakan alat apa saja, misal pukat harimau, untuk menjerat ikan. Janganlah pula kita mengambil ikan secara berlebihan tanpa peduli pada perkembangbiakannya,” Fani memberikan contoh kerusakan lautan yang terjadi.

Fani mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian dan kekayaan samudra karena yang paling menikmati hasilnya adalah kita sendiri, dan juga tentunya generasi penerus kita.

“Lautan itu juga memberikan hasil tak ternilai bagi manusia dari sisi lainnya. Pariwisata misalnya, lihatlah kawasan Raja Ampat di Papua Barat, Bunaken di Sulawesi Utara, atau Pulau Bali, atau di beberapa kawasan lainnya, lautan yang mereka miliki menjadi penghasilan utama. Berjuta warga dunia datang hanya untuk menyaksikan keindahan laut dan biota yang mereka miliki”, Fani mengingatkan begitu besarnya kekayaan lautan bahkan hanya dari sisi visualnya.

Di sisi lain, lautan adalah jalur transportasi yang saling menghubungkan antar-manusia. Lautan menjadi jalur perdagangan yang nyata meningkatkan kesejahteraan warga dunia.

“Maka jangan melihat lautan hanya sebagai penghasil ikan, penghasil minyak bumi, atau obyek lainnya… Lihatlah secara luas dan dalam, karena jika kita mencintai lautan, menjaga dan melestarikannya secara bertanggungjawab, maka kesejahteraan yang nyata bisa kita wujudkan,” Fani memungkasi pernyataannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here